HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN LAMA KERJA DENGAN TINGKAT KECEMASAN PERAWAT DALAM PENANGANAN PASIEN GAWAT DARURAT DI RSUD SAWERIGADING KOTA PALOPO TAHUN 2019

Penulis

  • Awaluddin Awaluddin STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya

Kata Kunci:

Lama Kerja, Pendidikan, Tingkat Kecemasan Perawat

Abstrak

Instalasi gawat darurat sebagai gerbang utama penanganan kasus gawat darurat memegang peranan penting dalam upaya penyelamatan hidup pasien. Penanganan gawat darurat memiliki filosofi yaitu Time Saving it’s Live Saving. Kecemasan merupakan sebuah fenomena kognitif, dimana seseorang merasa akan terjadi sesuatu di luar kehendak dan tidak bisa diprediksi. Kecemasan yang dihadapi oleh perawat akan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien dan keluarga di unit gawat darurat. Metodologi dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rancangan penelitian Cross sectional study dengan melakukan pengamatan dan menyebarkan lembar kuesioner. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di IGD dan ICU RSUD Sawerigading kota Palopo pada Bulan September-Oktober 2019 yang berjumlah 32 responden. Hasil: mayoritas tingkat pendidikan responden S1 ners sebanyak 27 responden (84.4%), lama kerja lama (> 5 tahun) sebanyak 19 responden (59.4%) dan tingkat kecemasan sedang berjumlah 23 responden (71.9%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan (p-value 0,021 (<0,05)) dan lama kerja (p-value 0,040 (<0,05)) dengan tingkat kecemasan perawat dalam penanganan pasien gawat darurat di RSUD Sawerigading kota Palopo. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan dan lama kerja memiliki hubungan terhadap tingkat kecemasan perawat dalam penanganan pasien gawat darurat di RSUD Sawerigading kota Palopo.

Diterbitkan

2020-01-27