UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK SARI BUAH KUNDUR (Benincasa hispida (Thunb). Cogn) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus)

Kata Kunci:

Antipiretik, Sari Buah Kundur, Mencit Jantan

Abstrak

ABSTRAK

Demam merupakan suatu gejala gangguan kesehatan yang berupa keluhan dan bukan diagnosa. Suhu tubuh manusia dikatakan demam (pireksia) apabila suhu tubuh lebih dari 37,5°C. Demam dapat diobati dengan obat antipiretik. Namun, beberapa obat antipiretik seperti paracetamol dapat menimbulkan efek samping. Salah satu alternatif penurun demam yang sering digunakan masyarakat Luwu dan Luwu Utara adalah Sari Buah Kundur (Benincasa hispida). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sari buah kundur (Benincasa hispida) mempunyai efek antipiretik pada mencit yang diinduksi ragi roti 40% b/v. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen, dimana buah kundur dengan konsentrasi 75% b/v, 100% b/v, dan 150% b/v diparut untuk diambil sarinya. Uji efektivitas antipiretik sari buah kundur dilakukan dengan menggunakan hewan coba mencit (Mus musculus). Dari data hasil penelitian yang dilakukan, analisis statistik Anova menunjukkan nilai F hitung lebih besar dari nilai signifikan (17,694 > 0.00) sehingga dapat disimpulkan sari buah kundur konsentrasi 75%, 100% dan 150% memiliki efek antipiretik. Sari buah kundur konsentrasi 150% memiliki efek antipiretik yang tidak beda jauh dengan suspensi paracetamol pada penurunan suhu tubuh mencit.

Diterbitkan

2022-02-24

Cara Mengutip

UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK SARI BUAH KUNDUR (Benincasa hispida (Thunb). Cogn) PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus). (2022). Jurnal Kesehatan Luwu Raya, 8(2), 60-69. Diambil dari http://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/130