https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/issue/feed Jurnal Kesehatan Luwu Raya 2021-02-11T19:55:39+07:00 STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya stikesluwuraya@yahoo.co.id Open Journal Systems <p>Jurnal Kesehatan Luwu Raya adalah media publikasi karya ilmiah, Skripsi, Tesis, Desertasi dan hasil penelitian yang relevan dengan peningkatan- peningkatan mutu dan kualitas pendidikan kesehatan. Diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan pengabdian masyarakat (LP2M) STIKES Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo Jurnal Kesehatan Luwu Raya hadir sebagai media ilmiah bagi praktisi dan professional dari berbagai disiplin ilmu yang terlibat dalam bidang Kesehatan untuk meningkatkan kualitas Riset dan Teknologi bidang Kesehatan di Indonesia berdasarkan evidence based research</p> https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/47 PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH (Waste Cooking Oil) DALAM PEMBUATAN LILIN AROMA TERAPI 2021-01-26T15:24:52+07:00 Delta Delta deltadell3886@gmail.go.id <p>Minyak Jelantah adalah minyak limbah yang biasa berasal dari jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya. Pemanfaatan minyak jelantah dapat dipermudah dengan membuat sediaan lilinn. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat lilin dari minyak jelantah dengan aroma terapi dari bunga lavender, untuk memeperkenalkan wawasan baru mengenai lilin yang dapat terbuat dari limbah dan unjtuk mengetahui titik leleh, aroma serta efek terapis yang di rasakan dari lilin aroma terapi yang terbuat dari minyak jelantah dengan uji titik leleh dan organoleptic.Jenis penelitian ini adalah eksperimen denganpendekatan uji laboratorium. Penelitian ini di lakukan di laboratorium Farmasi Stikes Bhakti Pertiwi Luwu Raya Palopo. Sampel yang digunakan di ambil dari Desa Pelalan, Kecamatan Lamasi Timur, Kabupaten Luwu. Formulasi pembuatan lilin ditentukan dengan&nbsp; membuat 3 (tiga) formula dengan konsentrasi&nbsp; minyak jelantah 2 kali pemakaian, 3 kali pemakaian dan 4 kali pemakaian. Untuk memperoleh sediaan lilin yang dengan formula terbaik&nbsp; dilakukan uji evaluasi fisik sediaan meliputi uji organoleptic dan uji titik leleh.Hasil penelitian menjukan Minyak jelantah dapat digunakan dalam pembuatan lilin aroma terapi&nbsp; sebagai bahan bakar lilin,baik minyak jelantah yang telah di gunakan lebih dari 2 kali, Hasil uji organoleptik pada lilin aromaterapi yang dibuat mendapatkan hasil positif dalam penerimaanya</p> <p><strong>Kata kunci: </strong><strong>&nbsp;</strong>Minyak jelantah, Lilin aroma terapi</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/65 INTERVENSI GEJALA DEPRESI BERBASIS WEB 2021-01-25T18:11:53+07:00 Dewi Ayu Tri sikelompok04@gmail.com Lastri Yanti lastriyanti@stikesmitrakeluarga.ac.id Fathya Laleno sikelompok04@gmail.com Hanna Irbah sikelompok04@gmail.com Ade Fauziah sikelompok04@gmail.com Intania Sagita sikelompok04@gmail.com Agra Asmalda sikelompok04@gmail.com Joelita Hardani sikelompok04@gmail.com Erika Dayanti sikelompok04@gmail.com <p>Pendahuluan Depresi adalah penyakit kesehatan jiwa yang serius terutama pada remaja putri. Perawatan berbasis web mungkin bisa menjadi solusi untuk mengurangi atau mengatasi masalah kesehatan mental pada remaja. Depresi dapat menurunkan kualitas hidup, gangguan sosial dan hubungan personal dan juga mengganggu kehidupan professional. Metode Penelitian metode ini menggunakan web internet dari berbagai sumber. Metode penelusuran ini dikumpulkan dari sepuluh artikel sebagai bagian dari studi yang lebih besar tentang mengetahui gejala depresi menggunakan situs web internet. Sumber yang digunakan untuk mendapatkan datanya ialah Google Scholar, dan Science Direct. Hasil studi literatur terhadap 10 artikel yang dilakukan penulis menunjukan bahwa pemanfaatan dan penggunaaan teknologi dalam&nbsp; mencegah depresi mental pada remaja. Metode ini dibuat dengan berdasarkan skrining awal dan wawancara,kemudian iklan di media lokal. Kesimpulan Teknologi menggunakan aplikasi berbasis web merupakan suatu intervensi yang efektif untuk diterapkan sebagai pelayanan kesehatan bagi klien yang memiliki masalah kesehatan terutama pada klien yang mengalami depresi mental.</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/42 A STUDI TENTANG PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENERAPAN DAGUSIBU PADA PASIEN DI PKM PADANG LAMBE KOTA PALOPO 2021-01-26T14:09:34+07:00 Dian Furqani Hamdan dianfurqanihamdan@gmail.com <p>Pengetahuan terkait DAGUSIBU (Dapatkan Gunakan Simpan Buang) untuk penggunaan obat yang benar sangatlah penting, Penggunaan obat yang salah dapat berpengaruh buruk bagi pengguna, sehingga penyuluhan terkait sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan obat sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan “DAGUSIBU” (Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang). Penelitian ini menggunakan metode penyuluhan secara <em>dor to dor</em> dengan rancangan <em>One group pretest-posttest. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang pernah berobat di Puskesmas Wisata Padang Lambe Kota Palopo berdasarkan 10 penyakit terbanyak yang berjumlah 30 orang. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik <em>Random sampling</em>. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner sedangkan analisis data dilakukan dengan menggunakan metode <em>Paired sampel T-test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Wisata Padang Lambe, tingkat pengetahuan responden sebelum penyuluhan termasuk dalam kategori kurang (38%). Adapun setelah penyuluhan termasuk dalam kategori cukup (70%). Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung 9,798 dengan <em>p-value </em>0,000 (&lt; ? 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan responden sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Dengan kata lain, penyuluhan DAGUSIBU terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat kelurahan sumarambu kecamatan telluwanua kota terkait penggunaan obat.</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/51 FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WARA SELATAN KOTA PALOPO 2021-01-26T14:08:37+07:00 Rafika Sari rafikasariannas16@gmail.com <p><em>Anemia dapat menyebabkan produktifitas kerja menurun, bayi lahir dengan berat badan rendah, bayi lahir dengan premature, menyulitkan persalinan bahkan mengakibatkan kematian perinatal dan kematian ibu yang melakukan persalinan. Anemia adalah suatu kondisi yang terjadi ketika jumlah sel darah merah (eritrosit) atau jumlah hemoglobin yang ditemukan dalam sel-sel darah merah menurun di bawah normal. Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Wara Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan cross Sectional Study dengan tujuan untuk mengetahui hubungan pendidikan, umur, pekerjaan, dan jarak kehamilan. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil dengan pengambilan sampel secara total sampling dengan jumlah 30 sampel. Hasil penelitian diperoleh bahwa Tidak ada hubungan pendidikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p (0,794) &gt; 0,05, ada hubungan umur dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p (0,000) &lt; 0,05, tidak ada hubungan pekerjaan dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p (0,784) &gt; 0,05, ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p (0,000) &lt;0,05. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pasangan usia subur yang hamil memeriksakan kehamilanya secara teratur dan mengikuti program KB dan diharapkan peneliti selanjutnya melanjutkan penelitian dengan variabel yang berbeda.</em></p> <p>&nbsp;</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/53 HUBUNGAN INISIASI MENYUSUI DINI ( IMD ) DENGAN KEBERHASILAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS WARA BARAT KOTA PALOPO TAHUN 2019 2021-01-25T18:18:57+07:00 Helen Periselo helenperiselo150@yahoo.co.id <p style="text-align: justify;">Asi Esklusif adalah pemberian asi saja pada bayi usia 0-6 bulan tanpa diberikan makanan tambahan apapun. Pemberian Asi di indosesia masih terbilang rendah data dari kemenkes menunjukan bahwa prevelensi pemberian Asi Esklusif di indonesia pada tahun 2017 sebesar 55,5% pelaksanaan IMD merupakan langkah awal keberhasilan bayi untuk memulai belajar menyusu pertama sehingga ASI tetap diproduksi. Berdasarkan latar belakang tersebut diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) Dengan Keberhasilan Asi Ekslusif Di Puskesmas Wara Barat Kota Palopo Tahun 2019 ”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan IMD terhadap&nbsp;&nbsp; keberhasilan Asi Esklusif di Puskesmas Wara Barat Kota Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif desain case control dengan pendekatan <em>retrospektif. </em>Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik <em>accidental campling</em> dengan jumlah 35 responden. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada hubungan IMD terhadap keberhasilan Asi Esklusif (p=0,102) dengan a=0,05, walaupun tidak ada hubungan di ketahui bahwa IMD dapat mempengaruhi lamanya pemberian Asi. Hasil penelitian ini di harapkan jadi bahan pertimbangan bagi setiap instansi kesehatan untuk membuat kebijakan tertulis tentang pelaksanaan IMD dan pemberian edukasi mengenai Asi Esklusif yang akan di monotoring dan di evaluasi sehingga bagi tenaga kesehatan yang tidak melaksanakan kebijakan tersebut maka akan mendapatkan sanksi.</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/58 FORMULASI GEL ANTIJERAWAT DARI EKSTRAK DAUN JAMBU METE (Anacardium occidentale L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI HPMC SEBAGAI GELLING AGENT 2021-01-26T14:04:03+07:00 Ervianingsih ervianingsihrazak@gmail.com <p>Tanaman daun jambu mete (<em>Anacardium occidentale</em>&nbsp;L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri <em>Staphylococcus aureus</em>&nbsp;dan <em>Staphylococcus epidermis</em>&nbsp;merupakan bakteri patogen penyebab jerawat, kandungan kimia sebagai antibakteri pada daun jambu mete yaitu asam <em>anakardat, tatrol, tannin</em>&nbsp;dan <em>polifenol</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah daun jambu mete dapat diformulasi menjadi sediaan gel antijerawat yang memenuhi evaluasi fisik sediaan dan untuk mengetahui konsentrasi HPMC yang optimal untuk membuat sediaan gel dengan menggunakan ekstrak dari daun jambu mete.</p> <p>Penelitian ini bersifat eksperimental, formulasi gel antijerawat dari ekstrak daun &nbsp;jambu mete dengan variasi konsentrasi HPMC sebagai <em>gelling agent</em>&nbsp;pada konsentrasi 5%, 8%, dan 10%. Ekstrak daun &nbsp;jambu mete diperoleh dari maserasi menggunakan <em>etanol 96%</em>&nbsp;kemudian diformulasi dalam bentuk sediaan gel. Selanjutnya dilakukan evaluasi fisik sediaan yang meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, &nbsp;iritasi dan viskositas pada gel ekstrak daun jambu mete serta dilakukan uji evaluasi dengan metode <em>cycling test</em>.</p> <p>Ekstrak daun jambu mete dapat diformulasi menjadi sediaan gel antijerawat yang melalui tahapan evaluasi fisik sediaan pada uji <em>cycling test</em>&nbsp;dan suhu ruang (27<sup>o</sup>C), yaitu &nbsp;uji organoleptik yang tidak mengalami perubahan, uji homogenitas pada formula A (HPMC 5%) tidak homogen formula B (HPMC 8%) dan C (HPMC 10%) homogen, pH sediaan 4,01-5,57, pengujian iritasi tidak terdapat edema dan eritema, viskositas sediaan 90-170 dPa.s. Konsentrasi HPMC yang optimal untuk membuat sediaan gel yaitu konsentrasi 10%.</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/52 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK PRASEKOLAH 2021-01-26T14:07:42+07:00 Nirwan Nirwan nirwanpandawa5@gmail.com <p>Perkembangan psikososial adalah perkembangan yang berkaitan dengan emosi, motivasi dan perkembangan pribadi manusia serta perubahan dalam bagaimana individu berhubungan dengan orang lain. Saat si kecil mulai menginjak bangku sekolah, pada masa inilah pola perilaku sosial si kecil akan terlihat. Berbeda ketika si kecil masih bayi atau batita, misalnya, yang hanya mengenal keluarga dan orang–orang terdekatnya. Saat memasuki usia sekolah, si kecil sudah mampu bersosialisasi lebih luas, yakni dengan teman sebaya, guru, adik dan kaka kelas, dan lainnya, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendidikan dan sikap ibu terhadap perkembangan psikososial anak prasekolah di desa Rante Damai, kabupaten Luwu tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. sampel penelitian adalah semua ibu yang memiliki anak usia prasekolah di Rante Damai dengan jumlah sampel 32 orang dengan metode pengambilan sampel menggunakan <em>total sampel.</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan perkembangan psycosocial anak dengan nilai p=0,000 (&lt; 0,001) dan ada hubungan antara sikap ibu dengan perkembangan psycosocial anak dengan nilai p=0,000 (&lt; 0,000, hasil penelitian ini harus memperhatikan pentingnya pengetahuan masyarakat lebih bertambah dan lebih mengetahui hal-hal yang harus dilakukan terutama dalam hal yang mengenai tentang perkembangan psikososial anak</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Psikososial,pengetahuan dan sikap</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/55 GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN YANG MENGGUNAKAN KONTRASEPSI IMPLAN DI PKM LAMASI TAHUN 2020 2021-01-26T14:06:51+07:00 Riska Purnamasari riskapurnamasari933@gmail.com <p>Penelitian telah dilakukan di PUSKESMAS LAMASI pada bulan Juni 2020. Penelitian ini dilatar belakangi karena banyaknya ibi-ibu menggunakan alat kontrasepsi implan yang mempunyai riwayat hipertensi dan mengkonsumsi obat antihipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas Penggunaan Antihipertensi Pada Pasien Yang Menggunakan Kontrasepsi Implan Di PKM Lamasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode <em>cross-selection. </em>Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket (kuesioner)&nbsp; kepada 32 pasien dengan teknik pengambilan sampel yang menggunakan <em>Total Sampling.</em> Hasil penelitian yang diperoleh adalah responden yang paling banyak terlibat dalam penelitian ini adalah responden yang berumur 30-39 tahun sebanyak 22 (68,8%) orang, pekerjaan responden yang paling banyak adalah berprofesi sebagai IRT sebanyak 29 (90,6%) orang, dan pendidikan responden yang paling banyak adalah sekolah dasar (SD) sebanyak 24 (75,0%) responden. Berdasarkan efektifitas antihipertensi yang digunakan oleh pasien yang menggunakan KB implan yaitu terdapat 20 (61,56%)pasien yang membaik sedangkan terdapat 12(33,44%) pasien yang tidak membaik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi pada pasien yang mempunyai riwayat hipertensi dan menggunakan alat kontrasepsi&nbsp;&nbsp; implan efektif dalam menurunkan tekanan darah.</p> <p>&nbsp;</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/62 TINGKAT DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP IBU MENYUSUI PADA PEMBERIAN ASI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR 2021-01-26T13:53:52+07:00 Seniwaty Anwar Seniewaty_anwar@yahoo.com <p style="text-align: justify;">Air susu ibu (ASI) merupakan makanan yang terbaik bagi bayi karena mengandung semua zat gizi dalam jumlah dan komposisi yang ideal yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, terutama pada umur 0 – 6 bulan. Namun, masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui manfaat dari ASI begitupun dukungan keluarga khususnya orang – orang terdekat yang pada dasarnya petugas kesehatan sudah memberikan pengetahuan tentang IMD, kolostrum, managemen laktasi, dan pemberian ASI tetapi tidak semua keluarga menerapkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat dukungan keluarga pada pemberian ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Batua. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi umur 0 – 23 bulan dengan mengunakan total sampling yaitu semua populasi dijadikan sampel sebanyak 98. Cara pengumpulan data primer yaitu wawancara langsung dengan responden menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan Microsoft Office Excel 2007 dan SPSS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan dukungan keluarga dengan pemberian ASI yang mendukung sebanyak 48,5% dan tidak mendukung sebanyak 6,7%.Kesimpulan peneliti yang dapat dikemukakan yaitu terdapat hubungan bermakna tingkat dukungan keluarga dan pemberian ASI (p value= 0,000) dengan (? &lt; 0,05). Saran yang dapat dikemukakan&nbsp; yaitu bagi ibu hami, ibu baru melahirkan, dan ibu menyusui agar lebih banyak berkonsultasi pada petugas kesehatan maupun orang – orang terdekat yang lebih mengetahui tentang manfaat pemberian ASI. Dukungan keluarga terhadap ibu menyusui dalam pemberian ASI kepada bayi sangat diperlukan sebab dukungan keluarga akan memberi rasa nyaman pada ibu sehingga akan mempengaruhi produksi ASI serta meningkatkan semangat dan rasa nyaman dalam menyusui.</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/56 PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP KEPATUHAN DIET KLIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WARA BARAT KOTA PALOPO 2021-01-26T14:06:01+07:00 Andi Silfiana andisilfiana2007@gmail.com Riska Purnamasari riskapurnamasari933@gmail.com <p>Pendidikan kesehatan adalah proses perubahan perilaku secara terencana pada diri individu, kelompok atau masyarakat untuk dapat lebih madiri dalam mencapi tujuan sehat, tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kepatuan diet diabetes melitus di Puskesmas Wara Barat Kota Palopo. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>case control. </em>Sampel dalam penelitian ini adalah pasien atau klien yang menderita penyakit diabetes melitus tipe 2 di puskesmas Wara Barat sebanyak 40 orang dengan metode penarikan sampel dengan teknik <em>random sampling.</em> Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan nilai rata – rata (mean) kepatuhan diet setelah diberikan pendidikan kesehatan yaitu dari 56,45 menjadi 69,25. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji <em>paired sample t test </em>didapatkan nilai <em>p</em> yaitu 0.000 &lt; 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa Hipotesis diterima yang artinya ada pengaruh antara pendidikan kesehatan dengan kepatuhan diet. Diharapkan pada istansi terkait untuk menigkatkan komunikasi dan memberikan informasi yang lengkap dan jelas pada klien tentang penyakit Diabetes Melitus dan kepatuhan menjalani diet Diabetes Melitus.</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/66 ANALISA KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MOROANGIN KOTA PALOPO TAHUN 2019 2021-01-27T20:18:34+07:00 Sugiyanto Sugiyanto sugiyantodarman@gmail.com <p style="text-align: justify;">Selama penuaan, pola tidur mengalami perubahan–perubahan yang khas yang membedakannya dari orang–orang yang lebih muda. Perubahan–perubahan tersebut mencakup kelatenan tidur, terbangun pada dini hari dan peningkatan jumlah tidur siang.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kejadian insomnia pada lanjut usia (lansia) di Wilayah Kerja Puskesmas Moroangin Kota Palopo.Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analis kualitatif. Dengan desain penelitian <em>grounded teori </em>&nbsp;(GT). Penelitian ini akan dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Moroangin Kota Palopo. Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 17 Mei-17Juni tahun 2019. Dari hasil&nbsp; penelitian yang di lakukan di dapatkan tiga tema yaitu (1)Penyebab insomnia di bagi menjadi tiga tema yaitu meliputi : defenisi insomnia, penyebab insomnia dan dampak dari insomnia. (2) Dampak insomnia terbagi menjadi dua tema yaitu : cara adaptasi, upaya dalam mengatasi insomnia. (3) Harapan lansia terhadap penanganan insomnia di puskesmas yaitu agar penanganannya lebih di tingkatkan lagi. Bagi petugas kesehatan, agar perlunya pendidikan kesehatan mengenai insomnia khususnya mengenai cara mengatasi serta dampak buruknya terhadap kesehatan. Perlu dilaksanakan penelitian yang lebih lanjut lagi mengenai insomnia pada lansia.</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/59 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU TERHADAP PENCEGAHAN PENULARAN TUBERCULOSISI (TB) DI UPT PUSKESMAS SABBANG TAHUN 2020 2021-01-26T14:05:04+07:00 Tonsisius Jehaman tonsijehaman@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><em>Tuberkulosis</em> (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh <em>Mycobacterium tuberkulosis</em>. Penyakit ini umumnya menyerang pada paru, tetapi juga dapat menyerang bagian tubuh yang lain seperti kelenjar, selaput otak, kulit, tulang, dan persendian. Penyakit ini dapat ditularkan melalui <em>droplet</em> dari tenggorokan dan paru-paru orang dengan penyakit pernapasan aktif. &nbsp;Penelitian ini dilaksanakan di Upt Puskesmas Sabbang Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pasien terhadap pencegahan penularan <em>tuberculosis</em>. Jenis penelitian yang digunakan <em>cross-sectional</em>. Sampel dalam penelitian ini adalah responden yang sesuai dengan krtiteria inklusi dengan metode pengambilan sampel <em>accidental/convenient sampel,</em> jumlah responden sebanyak 33 sampel. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pencegahan penularan tuberculosis terhadap pasien di UPT Puskesmas Sabbang dengan nilai p = (0,003) &lt;0.05, ada hubungan sikap dengan pencegahan penularan tuberculosis terhadap pasien dengan nilai p = (0,001) &nbsp;&lt;0.05, ada hubungan perilaku dengan pencegahan penularan tuberculosis terhadap pasien dengan nilai p= (0,003) &lt;0.05. &nbsp;Penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap pencegahan penularan tuberculosis di UPT Puskesmas Sabbang. Dari hasil penelitian ini diharapkan adanya intervensi yang diberikan oleh pelayanan kesehatan kepada masyarakat berupa ilmu pengetahuan khususnya tentang penyakit <em>tuberculosis.</em></p> <p><strong>Kata kunci: </strong><strong>&nbsp;</strong><em>Tuberculosis</em><em>, </em><em>Tingkat Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Pencegahan Penularan Tuberculosis.</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><em>Tuberkulosis</em> (TB) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh <em>Mycobacterium tuberkulosis</em>. Penyakit ini umumnya menyerang pada paru, tetapi juga dapat menyerang bagian tubuh yang lain seperti kelenjar, selaput otak, kulit, tulang, dan persendian. Penyakit ini dapat ditularkan melalui <em>droplet</em> dari tenggorokan dan paru-paru orang dengan penyakit pernapasan aktif. &nbsp;Penelitian ini dilaksanakan di Upt Puskesmas Sabbang Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pasien terhadap pencegahan penularan <em>tuberculosis</em>. Jenis penelitian yang digunakan <em>cross-sectional</em>. Sampel dalam penelitian ini adalah responden yang sesuai dengan krtiteria inklusi dengan metode pengambilan sampel <em>accidental/convenient sampel,</em> jumlah responden sebanyak 33 sampel. Hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pencegahan penularan tuberculosis terhadap pasien di UPT Puskesmas Sabbang dengan nilai p = (0,003) &lt;0.05, ada hubungan sikap dengan pencegahan penularan tuberculosis terhadap pasien dengan nilai p = (0,001) &nbsp;&lt;0.05, ada hubungan perilaku dengan pencegahan penularan tuberculosis terhadap pasien dengan nilai p= (0,003) &lt;0.05. &nbsp;Penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap pencegahan penularan tuberculosis di UPT Puskesmas Sabbang. Dari hasil penelitian ini diharapkan adanya intervensi yang diberikan oleh pelayanan kesehatan kepada masyarakat berupa ilmu pengetahuan khususnya tentang penyakit <em>tuberculosis.</em></p> <p><strong>Kata kunci: </strong><strong>&nbsp;</strong><em>Tuberculosis</em><em>, </em><em>Tingkat Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Pencegahan Penularan Tuberculosis.</em></p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/54 FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN BALSEM DARI MINYAK ATSIRI DAUN SERAI WANGI (Cymbopogon Nardus (L.) Rendle) 2021-01-26T14:11:02+07:00 Anugrah Umar anugrahumar87@gmail.com <p style="text-align: justify;">Balsem merupakan sediaan semi padat yang mudah dioleskan dan mengandung bahan aktif. Pemanfaatan daun serai wangi dapat dipermudah dengan membuat sediaan balsem. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat formulasi sediaan balsem dari minyak atsiri daun serai wangi sebagai analgetik (anti nyeri) dan untuk mengetahui hasil evaluasi fisik sediaan balsem dari minyak atsiri daun serai wangi. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan pendekatan uji laboratorium. Sampel Tanaman Serai Wangi <em>(Cymbopogon nardus (L). Rendle) </em>diekstraksi Destilasi Uap. Formulasi balsem ditentukan dengan membuat 3 (tiga) formula balsem dengan konsentrasi minyak atsiri serai wangi yang berbeda yaitu formula A (5%), formula B(10%) dan formula C (15%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula balsem terbaik dari minyak atsiri daun serai wangi <em>(Cymbopogon nardus (L). Rendle) </em>yaitu formula B dengan konsentrasi 10% warna sediaan putih; berbau khas minyak atsiri serai wangi <em>(Cymbopogon nardus (L). Rendle)</em>, konsistensi setengah padat, homogen, mempunyai pH kulit normal yaitu 6 sesuai dengan standar kulit dan rata-rata banyak disukai oleh responden. Balsem ini mampu melekat dengan baik sekitar 6 detik pada kulit</p> 2021-01-30T00:00:00+07:00 Hak Cipta (c) 2021 Jurnal Kesehatan Luwu Raya