ANALISIS HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN TERJADINYA GANGREN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD BATARA GURU BELOPA TAHUN 2021

Penulis

  • Amos Lellu Keperawatan

Kata Kunci:

Infeksi, Gangren dan Diabetes Melitus

Abstrak

ABSTRAK

 

Diabetes Melitus adalah gangguan metabolisme kronis yang terjadi karena pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Kadar glukosa yang tinggi dapat menyumbat aliran darah keujung tangan dan kaki sehingga pasokan darah dan sel-sel yang berfungsi melawan infeksi di bagian tesebut menjadi berkurang. Kondisi ini menyebabkan luka menjadi lebih susah sembuh dan rentan terinfeksi, dan berisiko menjadi gangrene. Gangren adalah kematian jaringan yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah (iskemiknekrosis). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kadar glukosa darah dengan terjadinya gangrene pada pasien Diabetes Melitus Tipe II dan  Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, yang berjumlah 30 responden. Hasil penelitian diperoleh pada Variabel Kadar glukosa darah p = 0.00 (<0.05), berarti ada hubungan signifikan antara hubungan kadar glukosa darah dengan terjadinya gangrene. Disarankan kepada responden untuk lebih memperhatikan luka DM dengan menjaga pola makan yang sehat seperti (rendah gula, banyak mengkonsumsi buah dan sayuran) agar gula darah tidak semakin tinggi sehingga luka DM cepat sembuh dan tidak menjadi gangren.  

Diterbitkan

2021-09-06

Cara Mengutip

Lellu, A. (2021). ANALISIS HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN TERJADINYA GANGREN PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DI RSUD BATARA GURU BELOPA TAHUN 2021. Jurnal Kesehatan Luwu Raya, 8(1), 51-55. Diambil dari https://jurnalstikesluwuraya.ac.id/index.php/eq/article/view/95